Perbedaan Kabel UTP dan STP

Hai para pengujung blog saya.... Sekarang saya akan menjelaskan perbedaan antara kabel STP dan kabel UTP. Nah, langsung saja saya mulai ya... Simak baik - baik!


KABEL UTP

Kabel UTP
Kabel UTP
Untuk memahami fungsi kabel UTP, maka lebih baik kita membahas dahulu tentang apa itu pengertian kabel UTP atau kepanjangannya Unshielded twisted-pair. Kabel UTP adalah jenis kabel yang terbuat dari bahan penghantar tembaga, memiliki isolasi dari plastik dan terbungkus oleh bahan isolasi yang mampu melindungi dari api dan kerusakan fisik.
Kabel UTP terdiri dari empat pasang inti kabel yang saling berbelit yang masing-masing pasang memiliki kode warna berbeda. Kabel UTP tidak memiliki pelindung dari interferensi elektromagnetik, namun jenis kabel ini banyak digunakan karena harga yang relatif murah dan fungsinya yang memang sudah sesuai dengan standar yang diharapkan.

Fungsi kabel UTP yaitu digunakan sebagai kabel jaringan LAN (Local Area Network) pada sistem jaringan komputer, dan biasanya kabel UTP mempunyai impedansi kurang lebih 100 ohm, serta dibagi menjadi beberapa kategori berdasarkan kemampuannya sebagai penghantar data.

Dalam pemakaian sehari-hari, kabel UTP sudah sangat baik digunakan sebagai kabel jaringan komputer misalnya dalam kegunaan ruang kantor atau dalam sistem jaringan suatu perusahaan. Mengenai beberapa kelemahan dan kekurangan kabel UTP yang tidak tahan terhadap medan elektromagnetik dan kerusakan benturan benda keras, masih bisa diatasi dengan memasang pelindung luar misalnya seperti pipa plastik.Nah, itu sedikit penjelasan tentang kabel UTP. Sekarang saya jelaskan tentang kabel STP. Simak!


KABEL STP

Kabel STP
Kabel STP

Shielded twisted pair adalah jenis kabel telepon yang digunakan dalam beberapa bisnis instalasi. Terdapat pembungkus tambahan untuk tiap pasangan kabel (twisted pair). Kabel STP juga digunakan untuk jaringan Data, digunakan pada jaringan Token-Ring IBM. Pembungkusnya dapat memberikan proteksi yang lebih baik terhadap interferensi EMI.

Kabel STP mempunyai beberapa kelemahan:

1. Attenuasi meningkat pada frekuensi tinggi.

2. Pada frekuensi tinggi, keseimbangan menurun sehingga tidak dapat mengkompensasi       timbulnya crosstalk dan sinyal noise.

3. Harganya cukup mahal.

Pada kabel STP, didalamnya terdapat satu lapisan pelindung kabel internal sehingga melindungi data yang ditransmisikan dari interferensi/gangguan.

 STP (Shielded Twisted Pair), selain dililitkan, juga punya proteksi terhadap induksi atau interferensi sinyal dari luar kabel berupa lapisan kertas alumunium foil, sebelum jaket pembungkus luar.

 Nah demikan informasi dari saya tentang kabel UTP dan kabel STP. Semoga bermanfaat bagi anda para pengunjung blog saya. Terima Kasih... 


Sumber: 1, 2

Thursday, December 6, 2012
Posted by Wahyu Nardianto

Membuat Form Login Sederhana dengan Java

Ini adalah contoh progam Java sederhana yaitu Login Form. Anda bisa memodifikasinya sesuka hati anda. Langsun saja simak....

Tampilannya:


Source Codenya:



Coding:






import java.awt.*;
import java.awt.event.*;
import javax.swing.*;

public class SimpleLogin extends JFrame implements ActionListener {
private JLabel label1, label2;
private JTextField txtUser;
private JPasswordField pwdPass;
private JButton btnLogin, btnExit;

public SimpleLogin() {
super ("Login here...");

Container container = getContentPane();
container.setLayout(new FlowLayout());

label1 = new JLabel ("Username : ");
label2 = new JLabel ("Password : ");

txtUser = new JTextField (20);
txtUser.setToolTipText("Input Username");
pwdPass = new JPasswordField(20);

btnLogin = new JButton ("Login");
btnLogin.addActionListener(this);
btnExit = new JButton ("Exit");
btnExit.addActionListener(this);

container.add(label1);
container.add(txtUser);
container.add(label2);
container.add(pwdPass);
container.add(btnLogin);
container.add(btnExit);

setSize (300,200);
setVisible (true);
}

public static void main (String args[]) {
SimpleLogin test = new SimpleLogin();
test.setDefaultCloseOperation(JFrame.EXIT_ON_CLOSE);
}

private String user = "", pass = "";
public void actionPerformed (ActionEvent e) {
if (e.getSource() == btnLogin) {
user = txtUser.getText();
pass = pwdPass.getText();
if (user.equals("achmatim") && pass.equals("otim")) {
JOptionPane.showMessageDialog(null, "Login successfull");
} else {
JOptionPane.showMessageDialog(null, "Username and password dosn't match!");
txtUser.setText("");
pwdPass.setText("");
txtUser.requestFocus(true);
}
} else if (e.getSource() == btnExit){
JOptionPane.showMessageDialog(null,"Thanks to try my program. See you..");
System.exit(0);
}
}
}


NB: JIKA ANDA INGIN CODINGNYA, COPY CODINGNYA DI DALAM SPOILER!!!!

Setalah itu anda coba run saja, jika berhasil, maka anda sukses membuat Login Form ini. Jika tidak, berarti ada yang error pada coding anda. Coba periksalah lagi,. Nah, kalo masih saja error comment saja dibawah apa errornya. Terima Kasih....

Sumber: Click For Sumber
Saturday, March 10, 2012
Posted by Wahyu Nardianto

Contoh Program Event Handling Java

Anda pasti tahu apa sih message dialog itu, bukan??? Nah, sekarang kita akan membuat program Java sederhana dengan menggunakan Event Handling. Yaitu membuat message box. Langsung saja simak....

Contoh program berikut ini menampilkan jenis-jenis window pesan di Java. Window pesan (message dialog) antara lain bertipe warning message, information message, confirmation message, dan juga input message. Class yang digunakan adalah class JOptionPane.

Nah, tampilannya akan menjadi seperti ini:


Kalu codingnya ada di dalam spoiler ini:


Coding:



import java.awt.*;
import java.awt.event.*;
import javax.swing.*;

public class ClickMe extends JFrame implements ActionListener {
private JButton tombol;

public ClickMe() {
super ("Event Handling");

Container container = getContentPane();
container.setLayout(new FlowLayout());

tombol = new JButton ("Click Me!");
tombol.addActionListener(this);
container.add(tombol);

setSize (200,100);
setVisible (true);
}

public static void main (String arg[]) {
ClickMe test = new ClickMe();
test.setDefaultCloseOperation(JFrame.EXIT_ON_CLOSE);
}

public void actionPerformed (ActionEvent e) {
if (e.getSource() == tombol) {
JOptionPane.showMessageDialog(null, "You click me, guys !!!");
}
}
}


NB: JIKA INGIN MELIHAT CODINGNYA, BLOK TEXT DI DALAM SPOILER!!!
Nah, sekarang anda jadi tahu bagaimana sistem Event Handling pada Java itu. Terima Kasih telah mengunjungi blog saya. Silahkan comment di post ini...:D
Posted by Wahyu Nardianto

Event Handling pada Java



EVENT HANDLING

Event berguna untuk menangani interaksi user dengan program, misalnya user memilih sebuah menu dalam aplikasi MIDlet. Untuk menangani event perlu mengimplementasikan interface CommandListener dan atau ItemListener. CommandListener berfungsi untuk menangani jika user memilih Command tertentu sedangkan ItemListener berfungsi untuk menangani jika user mengubah nilai seperti misalnya mengubah pilihan pada ChoiceGroup. Untuk memberikan gambaran sebuah event bekerja, perhatikan contoh berikut.
Pemrograman aplikasi wireless dengan Java/J2ME 24
Pada contoh kedua ini, kita tambahkan sebuah Command untuk keluar dari aplikasi yang telah kita buat pada contoh 1. Ketika program pertama kali dipanggil, maka state berada pada Aktif, disini sebuah TextBox dan Command dibuat. Kemudian program menunggu respon dari user dengan mengimplementasikan CommandListener. Ketika user menekan Command “cmdExit” , maka program memanggil metodh(destroyApp) untuk membunuh MIDlet.
Ini lah beberapa ulasan tentang Event Handling pada Java... Terima Kasih.... :D
Posted by Wahyu Nardianto

Macam - macam GUI pada Java




Ini adalah beberapa macam contoh GUI pada Java. Langsung saja simak artikel berikut ini....

AWT (Abstract Window Toolkit) – SUN Microsystem -> Oracle Product


AWT (Abstract Window Toolkit) ini adalah GUI Toolkit pertama pada bahasa pemrograman Java, sayang-nya AWT ini sangat-sangat kekurangan komponen yang biasa digunakan untuk membangun sebuah aplikasi desktop secara lengkap (komponen tabel saja tidak ada ) Terlepas dari kurang-nya komponen GUI yang terdapat pada AWT (Abstract Window Toolkit), aplikasi yang dibangun menggunakan AWT (Abstract Window Toolkit) akan tampak seperti aplikasi native. Maksudnya yaitu, jika aplikasi yang dibangun menggunakan AWT (Abstract Window Toolkit) ini dijalankan pada Sistem Operasi Windows. Maka aplikasi ini akan terlihat seperti aplikasi Windows pada umum-nya, dan begitu juga jika dijalankan pada Sistem Operasi Mac ataupun GNU/Linux. Kenapa ini bisa terjadi, karena AWT (Abstract Window Toolkit) ini benar-benar memanggil native subrutin untuk menggambar setiap komponen-nya ke layar.

Java Swing – SUN Microsystem -> Oracle

Nah ini dia GUI Toolkit yang mungkin paling banyak dikenal oleh teman-teman yang baru belajarPemrograman GUI di Java dibandingkan dengan GUI Toolkit yang lain GUI Toolkit ini lebih banyak dikenal dikarenakan dukungan tutorialnya yang cukup banyak bertebaran di Internet, dan juga merupakan standart dari Java yang mana kita tidak perlu melakukan penambahan library lagi kalau ingin menggunakan GUI Toolkit ini. Selain itu, terdapat 2 IDE besar yang menggunakan GUI Toolkit Java Swing yaitu NetBeans IDE(OpenSource) dan IntelliJ IDEA (mempunyai versi OpenSource dan Komersial)

Dibandingkan dengan pendahulu-nya yaitu AWT (Abstract Window Toolkit), Swing mempunyai lebih banyak komponen pendukung untuk membangun sebuah aplikasi yang lengkap untuk keperluan desktop. Selain didukung dengan banyak-nya komponen, Swing ini benar-benar murni 100 % ditulis dengan bahasa pemrograman Java tanpa adanya sebuah wrapper untuk memanggil rutin-rutin native code via JNI (Java Native Interface). Seluruh komponen yang terdapat pada Swing, semuanya murni digambar sendiri menggunakan API (Application Programming Interface) 2D untuk memanggil rutin-rutin dasar penggambaran komponen-nya. Nah dengan model seperti ini, memungkinkan sekali aplikasi yang dibangun menggunakan Swing tampak sama persis di berbagai macam Sistem Operasi.

Selain itu, Swing juga mempunyai kemampuan untuk berganti-ganti tampilan menggunakan LAF (Look And Feel) atau themes Sayang-nya, jika kita menginginkan tampilan GUI yangnative(tampilan-nya sama seperti aplikasi-aplikasi lain pada sistem operasi target) Swing seperti-nya masih terasa kurang smoothterutama dukungan pada font rendering-nya . Untuk teman-teman yang penasaran bagaimana sih sebenarnya tampilan dari GUI Toolkit Swing ini ? Dibawah ini adalah screenshot Swing standart yang bisa kita gunakan tanpa perlu menambahkan library lagi

SWT (Standart Widget Tookit) – IBM Product -> Eclipse Foundation


SWT (Standart Widget Toolkit) ini adalah sebuah GUI Toolkit yang dikeluaran oleh IBM sebagai alternatif dari AWT/Java Swing milik SUN Microsystem, yang membedakan antara SWT (Standart Widget Toolkit) dan AWT/Java Swing adalah SWT ini benar-benar mengakses native GUI library yang terdapat pada Sistem Operasi melalui JNI (Java Native Interface). Dengan model seperti ini, memungkinkan tampilan aplikasi yang dibangun menggunakan GUI Toolkit SWT menjadi sama persis dengan aplikasi native lain-nya. Kekurangan dari model pemanggilan native GUI library seperti ini adalah kita harus menyediakan library untuk tiap-tiap Sistem Operasi target aplikasi kita.

QtJambi – Trolltech -> Nokia Product -> Stopped and Taken By Community


Pernah menggunakan Desktop Environment KDE ? Ingin membuat aplikasi yang tampilan-nya mirip denganKDE ? Kalau teman-teman ingin membangun aplikasi yang tampilan-nya tampak seperti aplikasi yang terdapat pada KDE tapi masih ingin menggunakan bahasa java sebagai dasar-nya, maka QtJambi adalah pilihan yang tepat untuk teman-teman. Karena QtJambi ini merupakan binding Qt Framework dengan bahasa Java, tetapi sayang-nya proyek QtJambi sudah tidak disupport oleh Nokia dan secara resmi telah ditutup Untung-nya, awal tahun ini ada beberapa developer yang peduli dengan kelangsungan proyek ini dan akhir-nya membuat sebuah komunitas untuk melanjutkan pengembangan proyek QtJambi, sekarang teman-teman bisa melihat perkembangan proyek QtJambi ini pada halaman QtJambi Community

avaGNOME – Community Product


Kalau QtJambi diatas ditujukan untuk teman-teman yang sudah akrab dengan API (Application Programming Interface) Qt Framework, berbeda dengan JavaGNOME Proyek ini lebih dikhususkan untuk teman-teman pecinta GTK atau yang paling banyak dikenal yaitu GNOMESama seperti GUI Toolkit SWT dan QTJambi, JavaGNOME ini juga mengakses native library tetapi API yang digunakan adalah API dari GTK. Untuk teman-teman yang sudah terbiasa membangun aplikasi menggunakan Glade, maka teman-teman bisa men-design form-nya menggunakan Glade dan memanggil-nya menggunakan bahasa java melalui JavaGNOME

Posted by Wahyu Nardianto
Tag : ,

Penerapan Aplikasi/ Program Stream IO pada Java

Ini adalah contoh penerapan Aplikasi/ Program Stream IO yang digunakan pada Pemrograman Java. Biasanya ini digunakan pada pembuatan program enkripsi. Nah, langsung saja simak penjelasan dari ulasan berikut ini...

Tipe-Tipe Stream yang Umum Digunakan


Stream Karakter dan Byte

Seperti yang elah disebutkan sebelumnya, secara umum ada dua tipe dari stream, yaitu stream karakter dan byte. Kita hanya mengulang perbedaan mendasar antara keduanya. Stream byte adalah abstraksi file atau alat untuk data biner sedangkan stream karakter adalah untuk karakter Unicode.

Class InputStream adalah abstraksi class root untuk semua input stream byte sedangkan class OutputStream adalah class root abstraksi dari semua output stream byte. Untuk stream karakter, superclasss yang sesuai dari semua class-class secara berturut-turut

adalah class Reader dan the Writer. Kedua class-class ini adalah abstraksi class-class untuk membaca dan menulis stream karakter.

Input dan Output Stream

Stream juga dikategorikan berdasarkan apakah mereka digunakan untuk membaca atau menulis stream.Walaupun ini sudah cukup nyata, izinkan saya untuk mendefinisikan tipe stream ini. Anda diijinan untuk membaca dari input stream tapi tidak menulisnya. Di lain pihak, Anda diijinkan untuk menulis output streams tapi tidak membacanya. Class InputStream dan class Reader adalah superclass-superclass dari semua input stream. Class OutputStream dan class Writer adalah class-class root dari semua output stream. Input stream juga dikenal sebagai stream sumber (source stream) sejak kita memperoleh informasi dari stream ini. sementara itu output stream disebut juga stream

hasil(sink stream).

Node dan Stream Filter

Kini package java.io membedakan antara node dan stream filter. Sebuah stream node adalah sebuah stream dengan fungsi dasar berupa fungsi membaca atau menulis dari sebuah lokasi khusus seperti pada disk atau dari jaringan. Tipe-tipe dari stream node terdiri atas file, memory dan jalur data. Stream filter, di lain pihak, diletakkan pada layer stream node diantara threads atau proses untuk menyediakan fungsi tambahan yang tidak dapat ditemukan dalam stream node oleh stream node itu sendiri. Penambahan

lapisan pada sebuah stream node disebut dengan stream chaining. Sesi ini berturut-turut mempunyai sebuah tujuan dariclass-class stream yang berbeda. Untuk melengkapi daftar dari class-class ini, silahkan melihat dokumentasi Java's API.

Contoh beberapa percobaan tentang Stream IO Java

Percobaan 1 Informasi File atau Folder:


Coding:



import java.io.*;

public class IO01 {

public static void main(String args[]) {

String fileName = args[0];

File fn = new File(fileName);

System.out.println("Name: " + fn.getName());

if (!fn.exists()) {

System.out.println(fileName + " does not exists.");

/* membuat sebuah temporary directory . */

System.out.println("Creating temp directory...");

fileName = "temp";

fn = new File(fileName);

fn.mkdir();

System.out.println(fileName + (fn.exists()? "exists": "does not exist"));

System.out.println("Deleting temp directory...");

fn.delete();

System.out.println(fileName + (fn.exists()? "exists": "does not exist"));

return;

}

System.out.println(fileName + " is a " + (fn.isFile()? "file." :"directory."));

if (fn.isDirectory()) {

String content[] = fn.list();

System.out.println("The content of this directory:");

for (int i = 0; i < content.length; i++) {

System.out.println(content[i]);

}

}

if (!fn.canRead()) {

System.out.println(fileName + " is not readable.");

return;

}

System.out.println(fileName + " is " + fn.length() + " bytes long.");

System.out.println(fileName + " is " + fn.lastModified() + " bytes long.");

if (!fn.canWrite()) {

System.out.println(fileName + " is not writable.");

}

}


Percobaan 2 File Terkopi:


Coding:




import java.io.*;

class IO02 {

void copy(String input, String output) {

FileReader reader;

FileWriter writer;

int data;

try {

reader = new FileReader(input);

writer = new FileWriter(output);

while ((data = reader.read()) != -1) {

writer.write(data);

}

reader.close();

writer.close();

} catch (IOException ie) {

ie.printStackTrace();

}

}

public static void main(String args[]) {

String inputFile = args[0];

String outputFile = args[1];

CopyFile cf = new CopyFile();

cf.copy(inputFile, outputFile);

}

}


Percobaan 3 Character Dari File tercetak:


Coding:



import java.io.*;

class CopyFile {

void copy(String input) {

PushbackInputStream inputStr;

PrintStream outputStr;

int data;

try {

inputStr = new PushbackInputStream(new

FileInputStream(input));

outputStr = new PrintStream(System.out);

while ((data = inputStr.read()) != -1) {

outputStr.println("read data: " + (char) data);

inputStr.unread(data);

data = inputStr.read();

outputStr.println("unread data: " + (char) data);

}

inputStr.close();

outputStr.close();

} catch (IOException ie) {

ie.printStackTrace();

}

}

public static void main(String args[]) {

String inputFile = args[0];

CopyFile cf = new CopyFile();

cf.copy(inputFile);

}



Percobaan 4 Terbentuk File Boolean.ser:


Coding:



import java.io.*;

public class SerializeBoolean {

SerializeBoolean() {

Boolean booleanData = new Boolean("true");

try {

FileOutputStream fos = new

FileOutputStream("boolean.ser");

ObjectOutputStream oos = new ObjectOutputStream(fos);

oos.writeObject(booleanData);

oos.close();

} catch (IOException ie) {

ie.printStackTrace();

}

}

public static void main(String args[]) {

SerializeBoolean sb = new SerializeBoolean();

}



Percobaan 5 Unserialized Boolean:


Coding:



import java.io.*;

public class UnserializeBoolean {

UnserializeBoolean() {

Boolean booleanData = null;

try {

FileInputStream fis = new

FileInputStream("boolean.ser");

ObjectInputStream ois = new ObjectInputStream(fis);

booleanData = (Boolean) ois.readObject();

ois.close();

} catch (Exception e) {

e.printStackTrace();

}

System.out.println("Unserialized Boolean from " + "boolean.ser");

System.out.println("Boolean data: " + booleanData);

System.out.println("Compare data with true: " + booleanData.equals(new Boolean("true")));

}

public static void main(String args[]) {

UnserializeBoolean usb = new UnserializeBoolean();

}




Nah, setelah anda mempelajari dan mempraktekkan coding - coding diatas, pasti anda akan tahu apa arti Stream IO Java itu. Dan juga anda pasti bisa menyimpulkan sendiri apa itu Stream IO Java.

NB: BLOK AREA PADA TEXTAREA DI DALAM SPOILER, JIKA INGIN MELIHAT CODING!!!

Sumber : Jeni Modul
Posted by Wahyu Nardianto

Computing Cup 2011 Banner

Computing Cup Banner

Clock

Calendar

Popular Post

Blog Archive

Powered by Blogger.

- Copyright © Sharing & Tutorial -Metrominimalist- Powered by Blogger - Designed by KoplakerZ™ -